You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
BPAD DKI Fokus Sertifikatkan 4000 Bidang Tanah
photo Istimewa - Beritajakarta.id

BPAD Fokus Sertifikatkan 4.000 Bidang Tanah Fasos Fasum

Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta saat ini tengah fokus menuntaskan sertifikasi 4.000 bidang tanah fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) di lima wilayah Ibu Kota tahun ini.

Kami optimistis 4.000 bidang lahan fasos fasum bisa disertifikatkan

Kepala BPAD DKI Jakarta, M Reza Phahlevi meyakini, pemanfaatan sistem informasi dan teknologi (IT) yang bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan dapat mempercepat pencapaian target sertifikasi 4.000 bidang tanah fasos fasum.

"Sistem IT untuk sertifikasi lahan fasos fasum yang sudah terkoneksi dengan Kementerian ATR/ BPN RI akan mempermudah para pengembang menyerahkan kewajiban fasos fasum kepada wali kota. Setelah disertifikatkan, kami segera menyerahkan pemanfaatan lahan tersebut kepada para SKPD dan UKPD," katanya, Selasa (14/2).

BPAD: Warga Kini Dapat Beli Tanah Bekas Brandgang

Ia menuturkan, sejak awal Januari 2023, pihaknya bersama Konsultan Jasa Survey Pemetaan dan Pengukuran Lahan dan Tanah telah mematok atau pemasangan plang 1.000 bidang fasos fasum.

"Pj Gubernur sangat konsen terhadap pengelolaan aset, khususnya fasos fasum yang belum disertifikatkan. Sehingga beliau mau hadir langsung ke lokasi pematokan batas-batas bidang fasos fasum yang kita lakukan," ucapnya.

Reza menjelaskan, pemanfaatan IT akan membantu penataan sistem aset menjadi lebih cepat dan efektif, sehingga dapat menambah potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Manfaat lainnya mengurangi beban biaya perawatan yang ditanggung Pemprov DKI Jakarta karena pengelolaan fasos fasum dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

"Pemanfaatan sistem IT ini membuat kami optimistis 4.000 bidang lahan fasos fasum bisa disertifikatkan," ucapnya.

Sekretaris BPAD DKI Jakarta, Ireni Martawijaya mengutarakan, pihaknya telah berhasil mensertifikatkan lahan Taman Margasatwa Ragunan seluas 150 hektare dengan nilai zona tanah sebesar Rp 4 triliun.

"Mulai 2017 kami memanfaatkan sistem berbasis SIERA, sehingga TMR sekarang sudah disertifikatkan," terangnya.

Ia melanjutkan, keberhasilan BPAD DKI Jakarta lainnya pengelolaan aset Waduk Setu yang saat ini menjadi destinasi agrowisata dan dikelola pihak ketiga.

"Mereka membayar pajak hiburan, pajak restoran dan retribusi kepada kas daerah secara online," ungkapnya.

Ketua Derap Pembangunan RM, Andre Widjojo menambahkan, target 4.000 bidang tanah yang akan disertifikatkan harus diwujudkan dengan kerja keras dan sinergi bersama seluruh stakeholder.

"Pencatatan dan pengelolaan aset dengan sistem IT ini menjadi keharusan di era digitalisasi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6751 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5663 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2866 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2110 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1876 personAnita Karyati